Analisis struktur fisik puisi kangen
Kritik sastra
ANALISIS STRUKTUR FISIK PUISI “KANGEN”
KARYA W. S RENDRA
Abstrak
Karya sastra merupakan perwakilan atau curahan hati dari seorang pengarang, bisa dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Puisi termasuk penuangan ide ataupun perasaan hati menggunakan bahasa kiasan. Menulis puisi biasanya digunakan untuk mengkritik ataupun mengekspresikan suatu kejadian. Di dalam puisi terdapat struktur fisik dan struktur batin. Penulis memilih puisi karya W. S Rendra yang berjudul “Kangen” untuk dijadikan sebuah penelitian, hal ini bermaksud untuk mengetahui struktur fisik puisi tersebut. Baik dari segi diksi, Imaji, kata konkret, bahasa figuratif, rima, serta tata wajah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai struktur fisik pada puisi. Struktur fisik pada pusis kangen karya W.S Rendra ini sangat berbeda dengan penulisan puisi pada umumnya, W. S Rendra mengemas puisinya secara bebas dengan kata-kata kiasan dan pemilihan diksi yang keluar dari jalur romantis,
Kata kunci: Karya sastra, struktur puisi, metode
PENDAHULUAN
Sastra
Sastra termasuk bentuk curahan hati dari seorang pengarang yang di hasilkan dari sebuahrenungan. Dalam mewujudkan renungan tersebut (peikiran, perasaan, pengalaman, dan keyakinan) bisa diekspresikan melalui bahasa lisan maupun tulis. Dalam sastra tidak hanya mengutamakan nilai keindahan, harus tercantumkan juga nilai-nilai kehidupan. Beragampesan dapat dituangkan dalam karya sastra, seperti nilai agama, sosial, budaya, politik, dan lain-lain. Menurut Susanto (2012, hlm. 1) sastra diartikan melebihi hukum, agama, dan memiliki kekuatan yang bisa menguasai, menenteramkan, dan mengatur dunia. Berdasarkan pernyataan tersebut, sastra mempunyai kekuatan yang melebihi hukum dan agama.Seperti halnya puisi, prosa, maupun drama termasuk kedalama karya sastra modern. Karya sastra memiliki berbagai manfaat bagi manusia. Manfaat tersebut bisa berupa hiburan maupun nila-nilai kehidupan. Manfaat yang didapat dari segi hiburan yaitu dapat dinikmati sebagai pelipur hati maupun pikiran. Sedangkan dari segi nilai kehidupan, melalui karya sastra bisa memberikan contoh yang dapat dipetik untuk dijadikan referensi dalam hidupmanusia. Dapat disumpulkan, karya sastra merupakan curahan hati pengarang melalui lisan maupun tulis didalamnya terdapat berbagai perasaan (senang, sedih dan sebagainya) yang bertujuan dapat memberi manfaat bagi orang lain.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam melakukan analisis puisi “Kangen” karya W.S Rendra, peneliti hnya terfokus menganalisis struktur fisiknya saja. Sedangkan yang termasuk kedalam struktur fisik puisi yang dimaksud adalah diksi, imaji, kata konkret, majas, rima, serta tipografi.Berikut adalah puisi dari W.S Rendra yang berjudul “Kangen”:
Kangen
Oleh: W.S Renda
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta.
Kau tak akan mengerti segala lukaku
karna cinta telah sembunyikan pisaunya.
Menbayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
aku tungku tanpa api.
Puisi karya W. S Rendra ini menceritakan mengenai seseorang yang memang sedang dirundung rindu kepada kekasihnya. Puisi ini menggambarkan perasaan yang mendalam mengenai rasa rindu. Berikut adalah struktur fisik yang terdapat dalam puisi karya W.S
Rendra berjudul “Kangen”.
1 Diksi merupakan pemilihan kata
dalam sebuah teks (puisi).Diksi pada puisi ini sangat
jelas dan pembaca mampu
membaca makna pada
puisi tersebut. Selain itu
pemilihan kata pada puisi
W.S Rendra terdapat
ketidakbakuan kata.
Hal ini terdapat
pada bait puisi
berikut:
“Kau tak akan
mengerti
bagaimana
kesepianku
menghadapi
kemerdekaan tanpa
cinta”.
Kata tidak baku
terdapat dalam
baris “karna cinta
telah sembunyikan
pisaunya”.
2 Imaji merupakan susunan kata yang
mampu mengungkapkan pengalaman
indrawi.
Pada puisi yang diteliti ini
memberikan imaji pada
penglihatan, sehingga
penulis merasakan
perasaan yang dialami
oleh penulis
3 Kata konkret merupakan kata yang
dapat ditangkap indra sehingga
memunculkan imaji.
Kata konkret yang berada
pada puisi W. S Rendra ini
sangat menarik, dimana
kata kangen/rindu ini
diubah menjadi kata
racun. Sepeti yang kita
ketahui bahwa racun
adalah sesuatu zat yang
dapat mematikan, namun
W. S Rendra mengemas
kata tersebut menjadi hal
yang berbeda dalam
puisinya.
Kata konkret
terdapat ada bait
berikut:
“Engkau telah
menjadi racun bagi
darahku”.
4 Bahasa figurative merupakan bahasa
yang memiliki makna kiasan atau
makna perumpamaan.
Majas yang terdapat pada
puisi Karya W. S Rendra
yang berjudul kangen ini
yaitu majas metafora.
Majas ini merupakan
majas yang
Hal tersebut
terdapat pada baris
puisi berikut:
“aku tungku tanpa
api”.
5 Rima merupakan persamaan bunyi
pada puisi. Ritma adalah alunan yang
terjadi karena perulangan dan
pergantian kesatuan bunyi.
Rima terdapat pada kata
luka dan pisau. Dimana
luka tersebut dapat
disebabkan oleh pisau.
Ritme terdapat pada bait 1
dan 2 yang berarus
rendah-tinggi.
Berikut bait yang
menjadi rima,
ritma, dan metrum
pada puisi kangen.
“Kau tak akan
mengerti
bagaimana
kesepianku
menghadapi
kemerdekaan tanpa
cinta”.
“Kau tak akan
mengerti segala
lukaku
karna cinta telah
sembunyikan
pisaunya”.
6. Tipografi dapat disebut sebagai
perwajahan pada puisi. Tipografi
merupakan penyusnan atau tata letak
suatu bentuk teks sesuai dengan gaya
masing-masing penulis.
Tipografi pada puisi Karya
W. S Rendra memberikan
kesan berupa kalimat,
dimana setiap kalimatnya
memberikan gambaran
dan ungkapan yang
berbeda. Hal ini
menjadikannya bait pada
puisi. Seperti halnya kita
ketahui bahwa tipografi
pada penulisan puisi
adalah 1 bait terdapat
empat baris, namun W. S
Rendra memberikan
nuansa yang berbeda
serasa berkesan seperti
puisi modern.
SIMPULAN
Berdasarkan dari hasil penelitian yang didapat, struktur fisik pada pusis kangen karya W.S
Rendra ini sangat berbeda dengan penulisan puisi pada umumnya, W. S Rendra mengemas
puisinya secara bebas dengan kata-kata kiasan dan pemilihan diksi yang keluar dari jalur
romantis, meskipun isi dan makna dari puisi tersebut sangatlah romantis apabila kita hayati.
Selain itu W.S Rendra membuat gaya penulisan terkesan modern dengan penempatan tipografi yang berbeda dengan kaidah pada penulisan puisi. Maka dari itu peneliti meneliti
sebuah karya dari seorang sastrawan ternama dan sudah tak asing lagi diteli para penikmat
sastra.
Ketika memang kita sedang dirundung rindu, gembira, ataupun sedih, tentunya kita sebagai
seorang penulis dapat menuangkan perasaan tersebut dengan menulis puisi. Hal ini sering
kita abaikan atau kita hiraukan bahwa ada sarana untuk mengungkapkan ide, perasaan,
maupun gagasan ke dalam sebuah puisi. Lebih jauhnya lagi kita sebagai seorang tenaga
pendidik tentunya dapat menjadikan sarana kreativitas kepada para siswa dengan adanya
kegiatan belajar mengajar yang ssesuai dengan kurikulum yang ada, tentunya hal tersebut
dengan pembekalan materi dan teori agar siswa dapat menumbuhkembangkan dengan
berbagai kreativitasnya mengenai puisi.
Komentar
Posting Komentar