Kritik sastra
Kritik sastra
Analisis Novel Maryam
Pendahuluan
Membaca suatu karya sastra, baik
berupa novel, drama, puisi ataupun cerita
pendek, pada hakikatnya bertujuan
menikmati, mengapresiasi, atau bahkan
mengevaluasi karya-karya tersebut.Hal iniberarti mereka bergumul dengan para tokoh dan penokohan yang terdapat di dalamkarya-karya tersebut. Para tokoh rekaan inimenampilkan berbagai watak dan perilakuyang terkait dengan kejiwaan danpengalaman psikologis atau konflik-konfliksebagaimana dialami oleh manusia didalam kehidupan nyata.
Karya sastra dalam bahasa inggris
berarti literature yang berarti segala sesuatu yang tertulis, pemakaian bahasa dalam bentuk tertulis. Karya sastra juga dapat diartikan sebagai alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran (Teeuw, 1984:22). Karya sastra pada hakikatnya menurut Siswanto adalah sebuah karya seni. Karya sastra mempunyai nilai keindahan tersendiri, karya yang tidak indah tidak termasuk karya sastra (2013: 71).Novel Maryam karya Okky Madasari adalah sebuah karya sastra yang telah lulus berdasarkan undang-undang kesusastraandan telah beredar dimasyarakat. Novel ini merupakan cerminan dari peristiwa konflik agama yang ada di daerah Lombok. Okky melahirkan novel ketiganya ini dengan
judul “Maryam” merupakan novel yang
telah memenangkan penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2012
ini menuturkan kisah tentang seorang wanita bernama Maryam dan keluarganya yang menganut keyakinan Ahmadiyah. Novel yang telah sampai pada cetakan kedua ini memberi daya tarik pembaca-pembaca karya sastra dengan tebal 280 halaman, Maryam mengangkat tema akan keresahan yang terjadi karena tekanan-tekanankehidupan manusia, menjadi karya sastra perlawanan yang mampu mempengaruhi pembaca lewat gaya penceritaan Okky Madasari. Karya-karya Okky Madasari, selain menjadi salah satu sastra perlawanan dapat pula dikatakan sastra kritik.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif kualitatif. Penelitian difokuskan
mengenai tokoh, dan penokohan dalam
novel Maryam karya Okky Madasari guna
menemukan aspek kecemasan objektif atau realitas, kecemasan neurosis, dan
kecemasan moral yang dialami tokoh dalam novel Maryam karya Okky Madasari dengan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Sumber data penelitian ini adalah novel Maryam karya Okky Madasari novel ini berukuran 20 x 13,5 cm, terdiri atas 280 halaman, terbitan tahun 2013 cetakan kedua penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas semantis dan ditunjang dengan metode reliabilitas intrater.
Teori Kepribadian menurut Sigmund
Freud
Psikologi kepribadian Sigmund Freud berpendapat manusia sebagai sistem
yang kompleks memiliki energi untuk
berbagai tujuan seperti bernafas, bergerak, mengamati, dan mengingat. Kegiatan psikologik juga membutuhkan energi. Yang disebutnya energi psikik (psychic energy) energi yang ditranform dari energi fisik melalui id beserta insting-instingnya. Ini sesuai dengan kaidah fisika, bahwa energi tidak dapat hilang tetapi dapat pindah dan berubah bentuk (Freud dalam Alwisol, 2007: 21). Dalam hal psikologi kepribadian Freud membagi dinamika kepribadian menjadi bagian-bagian yang saling berhubungan.Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan antara teks dan konteks, sertamelihat suatu wacana
secara fungsional dengan menganalisistindaknyang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu
guna memberikan makna kepada partisipan yang terlibat. (Juanda, 2018:8)
Hasil Penelitian
Hasil penelitian pengelompokkan
jenis aspek-aspek kecemasan dalam novel Maryam karya Okky Madasari dengan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Pada dimensi (1) kecemasan objektif atau realitas menunjukkan hasil penemuan data dengan jumlah 13 kecemasan, (2)
kecemasan neurosis menunjukkan hasil
penemuan data dengan jumlah 33
kecemasan, dan (3) kecemasan moral
menunjukkan hasil penemuan data dengan jumlah 1 kecemasan.
Pembahasan
Berdasarkan analisis tokoh dan
penokohan di dalam novel Maryam, maka
tokoh yang mengalami aspek kecemasan
hanya 7 tokoh diantaranya tokoh Maryam, tokoh Pak Khairuddin, tokoh Bu
Khairuddin, tokoh Umar, tokoh Alam,
tokoh Fatimah, dan tokoh Ibu Alam.
Adapun tokoh yang tidak mengalami aspek kecemasan ialah tokoh Zulkhair, tokoh Pak Zul dan Bu Zul, tokoh Pak RT, tokoh Pak Haji, dan Tokoh Gubernur, Gamal, Bu Gamal dan Pak Gamal, Pak Ali dan Bu Ali, serta Nur dan Bu Nur.
Sehingga berdasarkan hasil analisis
data pada tokoh maka diperoleh teks-teks yang menandakan aspek-aspek kecemasan pada tokoh dalam novel Maryam.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada penyajian
dan pembahasan hasil analisis data, dapat
disimpulkan bahwa tokoh yang mengalami
kecemasan ialah:
a. Kecemasan objektif atau realitas
dalam novel tersebut diceritakan
sosok; (1) Maryam dengan
frekuensi data sebanyak 9, (2) Pak
Khairuddin dengan frekuensi data
sebanyak 1, (3) Bu Khairuddin
dengan frekuensi data sebanyak 1,
dan (4) Fatimah dengan frekuensi
data sebanyak 2.
b. Kecemasan neurosis dalam novel
tersebut diceritakan sosok; (1)
Maryam dengan frekuensi data
sebanyak 15, (2) Pak Khairuddin,
dengan frekuensi data sebanyak 5,
(3) Bu Khairuddin, dengan
frekuensi data sebanyak 4, (4)
Umar, dengan frekuensi data
sebanyak 2. (5) Alam, dengan
frekuensi data sebanyak 5. Dan (6)
Ibu Alam, dengan frekuensi data
sebanyak 2.
c. Kecemasan moral dalam novel
tersebut diceritakan sosok; (1)
Maryam dengan frekuensi data
sebanyak 1.
Daftar Pustaka
Alwisol. 2007. Psikologi Kepribadian. Malang: Universitas Muhammadiyah. Malang Press.
Endraswara, Suwardi. 2008. Metode penelitian Psikologi Sastra (Teori, Langkah, dan
Penerapannya). Yogyakarta: Media Pressindo.
Juanda, 2018. Analisis Wacana. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Madasari.Okky. 2013. Maryam (cetakan kedua). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Siswanto, Wahyudi. 2013. Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Aditya Media Publishing.
Teeuw. 1984. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.
Tjahjono, Tendoe Liberatur. 1984. Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi.
Surabaya: Nusa Indah.
Komentar
Posting Komentar